Wednesday, August 14, 2013

Manajemen dapur

Jaman sudah berubah, demikian pula peran ibu dalam 
keluarga yang semula sehari-hari tinggal di rumah dan mengurus anak-anak serta 
memastikan manajemen rumah tangga berjalan dengan baik, kini sebagian besar ibu 
banyak yang juga bekerja di luar rumah membantu suami membiayai kebutuhan rumah 
tangga. Tapi bukan berarti urusan dapur keteteran lo. 
ini ada tips dan trik untuk ibu bekerja (seperti saya) yang tetap ingin 
menangani urusan makan anak-anak serta suami sehari-harinya agar tidak hanya 
kuantitas namun kualitasnya juga terjaga.
 
Di bawah ini langkah-langkah yang bisa dilakukan:
 
1. Menyusun Menu
Hal ini wajib dilakukan. Sebelum kita berbelanja bahan 
makanan, kita harus terlebih dahulu menyusun menu sehingga belanja kita bisa 
terkontrol dan sesuai kebutuhan. Efisien dan cermat. Agar lebih mudahnya, kita 
menyusun menu dalam seminggu. Contoh: misalnya kesempatan kita berbelanja adalah 
tiap hari Sabtu, maka kita susun menu harian dimulai dari hari Minggu hingga 
hari Sabtu minggu depannya.
 
2. Membuat Daftar Belanja
Berpatokan dari daftar menu yang telah disusun, kita 
bisa membuat daftar belanja. Misalnya untuk menu sayur sop bahan-bahan yang 
harus dibeli adalah tetelan, wortel, buncis, kentang dll. Bila daftar belanja 
sudah tersusun dengan baik, baru kita ke pasar, atau supermarket untuk 
berbelanja. Bahkan kalau kita sudah terbiasa dengan ritme ini; menyusun menu dan 
membuat daftar belanja, kita bisa membuat kalkulasi pengeluaran dalam seminggu 
lo.
 

3. Menyiapkan Bumbu Jadi
Seringnya yang paling memakan waktu dalam memasak adalah 
menyiapkan bumbu, apalagi masakan tradisional Indonesia biasanya kaya akan 
bumbu. Nah, agar kita tidak repot dan menghabiskan banyak waktu saat harus 
memasak, kita siapkan dulu beberapa bumbu jadi yang kita buat sendiri. 
Menyiapkannya sudah pasti pada akhir minggu setelah belanja mingguan. Yang 
paling mudah adalah menyiapkan bawang putih giling, bawang merah giling, serta 
cabe giling siap pakai. Misal dalam seminggu kita sudah memperkirakan kurang 
lebih bawang merah yang kita perlukan adalah 1/4 kg, maka setelah kita kupas 
semua bawang merah tersebut, kita iris-iris tidak usah terlalu tipis, lalu kita 
blender. Setelah diblender, kita didihkan sebentar di atas api kecil. Angkat. 
Angin-anginkan. Setelah bawang merah giling dingin, simpan dalam toples kedap 
udara. Masukkan dalam kulkas. Nah bawang merah instan buatan sendiri ini kita 
bisa gunakan dalam seminggu. Hal yang sama kita lakukan untuk bawang putih dan 
cabai. Tambahan lain; ketumbar, pala, serta merica juga bisa kita giling dan 
simpan sebagai bumbu siap pakai lo. Selain efisien (lebih murah daripada beli 
yang sudah dalam bentuk bubuk di pasar) juga higienis. Oya, menggilingnya tentu saja menggunakan mikser biar gak repot, toh. Terlampir adalah foto bawang merah giling dan bawang putih giling instan made in Ibu Eky :)

 
4. Menyiapkan Bahan/ Sayuran
Setelah urusan bumbu beres, sekarang tinggal urusan 
sayur-mayurnya nih. Supaya praktis, semua sayuran saya kelompok-kelompokka n 
berdasarkan menu yang akan dibuat lalu saya kupas, cuci dan potong-potong. 
Setelah itu saya masukkan dalam kantung plastik dan saya beri label. Misal: 
sayur sop, atau sayur bayam dll. Setelah itu plastik-plastik berisi sayuran yang 
telah saya labeli tersebut saya simpan  di dalam kulkas, siap diambil saat kita 
memasak.
 
5. Menentukan Jadwal Memasak
Sebagai ibu yang bekerja, waktu kita di rumah sangat 
terbatas. Dengan waktu yang terbatas tersebut kita harus pandai-pandai mengatur 
waktu antara urusan dapur dan urusan keluarga. Jangan sampai urusan dapur beres 
tapi urusan keluarga terbengkalai; kita tidak mempunyai waktu untuk 
bercengkerama bersama anak-anak dan suami, sayang kan...  Menurut pengalaman 
saya, ada dua waktu yang terbaik untuk memasak bagi para ibu bekerja; sepulang 
bekerja dan pagi hari sebelum berangkat bekerja. Kita bisa memilih 
salah-satunya, tapi jangan menggunakan kedua waktu tersebut untuk dapur, nanti 
bagian anak-anak dan suami mana dong? Kalau saya, menimbang bahwa sepulang 
bekerja adalah waktu yang terbaik untuk mengecek PR anak-anak dan melakukan 
obrolan keluarga, maka saya memilih waktu pagi hari untuk memasak. Keburu nggak? 
Keburu dong, kan ada manajemennya. .. bumbu-bumbu sudah ada yang instan made in 
sendiri, bahan-bahan sayuran juga sudah dipotong-potong siap pakai, semua 
tinggal tumis, atau di rebus. Praktis kan...
 
6. Alternatif Lain
Kadang pekerjaan saya mengharuskan saya untuk dinas ke 
luar kota selama beberapa hari. Nah, pada saat-saat seperti ini mau tidak mau 
urusan dapur saya serahkan kepada jasa katering kepercayaan yang membolehkan 
kita menyusun menu sendiri. Proses pencarian jasa katering ini juga saya lakukan 
pelan-pelan, mulai dari menelpon, mendatangi tempat usaha untuk melihat 
kebersihannya serta cara pengolahannya, hingga mencicipi menu. Satu syarat saya 
yang tidak bisa ditawar: No MSG. 
 
Nah, tips-tips di atas berdasarkan pengalaman 
pribadi saya saja lo, mungkin ada Ibu-ibu lain yang juga punya kiat sendiri yang 
lebih baik dalam manajemen dapur. Selama ini langkah-langkah tersebut di atas 
sudah banyak membantu saya mengefektifkan waktu saya di dapur. Semoga 
bermanfaat.. ..

Eky S. Handayani

sumber: http://goo.gl/QcPGe6

No comments:

Post a Comment

Time To Say Goodbye by Sarah Brightman and Andrea Bocelli

lyrics [Sarah:] Quando sono sola sogno all'orizzonte e mancan le parole, si lo so che non c'è luce in una stanza quando m...